Monday, 26 December 2011

Iklim Tanah dan Area Penanaman


Tanaman jahe memiliki daya adaptasi yang luas di daerah tropis sehingga dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1500 m dari dpl. Tumbuhan jahe dapat tumbuh secara optimal membutuhkan kondisi lingkungan tumbuh sebagai berikut:
1. Daerah dataran rendah dengan ketinggian 1200m dpl kecuali jahe gajah dengan ketinggian antara 500-1000 dpl.
2. Tipe iklim yang ideal yaitu tipe A dan B dengan kondisicurah hujan 2500-4000 mm per tahun sedangkan jahe gajah curah hujannya kurang dari 2500 mm per tahun.
3. Suhu berkisar 20-30°C.Jika pada suhu lebih dari 32°C maka jahe mengalami gejal kering.
4. Kelembapan udara cukup tinggi dengan RH 60%-90%.
5. Tempat terbuka atau mendapat sinar matahari yang cukup pada stadim pertumbuhan dan pembentukan rimpang. Sedangkan pada lahan terlindung akan menyebabkan daunnya berukuran besar namun rimpangnya kecil.
Hampir semua keadaan tanah pertanian cocok bagi tanaman jahe.Namun bagi pertumbuhan rimpang secara optimal dibutuhkan tanah yang subur ,gembur,banyak mengandung bahan organic (humus,pupuk kandang) dengan system aerasi dan drainase yang baikserta ber-pH 5,5-7,0.Jenis tanah yang paling cocok adalah tanah andosol,latosol merah coklat atau asosiasi antara andosol dengan latosol merah coklat.
Komoditas jahe dibutuhkan usaha-usaha intensifikasi tanah yang meliputi antara lain pemupukan, pemeliharaan tanah (konservasi)dan pengapuran. Masalah utama yang sering dihadapi adalah sifat tanah yang asam yang mempunyai kandungan Al yang tinggi sehingga membutuhkan pengapuran untuk menaikan pH dan menambah unsu-unsur Ca,Mg, mengurangi keracunan Fe dan Mn serta Al, menambah ketersediaan unsur P dan Mo, dan untuk memperbaiki kehidupan mikroorganisme dan mendukung pembentukan bintil-bintil akar. Kebutuhan kapur tergantung pada ph tanah, tekstur tanah, kadar bahan organik tanah, mutu kapur dan jenis tanaman.
Sesuai dengan kondisi tersebut maka area penanaman jahe di wilayah Kabupaten Nganjuk, sementara kami pusatkan di Kecamatan Sawahan yang memiliki iklim, tanah yang sangat memungkinkan dan cocok dengan karakteristik komoditi jahe. Hal tersebut kami pilih dengan pertimbangan masyarakatnya sudah memiliki pengalaman dalam budidaya komoditi jahe.

Latar Belakang


Produk biofarmaka, yang salah satunya berasal dari tumbuhan, sangat berpotensi dalam pengembangan Industri Obat Tradisional (IOT) dan kosmetika di Indonesia. Penggunaan tumbuhan oleh IOT dimulai dengan memanfaatkan tumbuhan yang diperoleh dari hutan alam dan produk budidaya. Sebagai produk budidaya, sumber biofarmaka ini teknik budidayanya belum tertata dengan baik. Fakta ini memberikan peluang besar sekaligus tantangan untuk peningkatan sumbangan produksi dan produk olahan tanaman obat hasil budidaya. Kebutuhan akan biofarmaka untuk industri dalam negeri semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2000 mencapai 6.813 ton, meningkat di tahun 2001 menjadi 7.170 ton, dan pada tahun 2002 peningkatan mencapai 8.104 ton. Peningkatan kebutuhan bahan baku ini berjalan seiring dengan meningkatnya jumlah industri jamu, farmasi dan kosmetika. Pada tahun 2000 kebutuhan tanaman rimpang untuk 5 (lima) industri jamu terbesar mencapai 38.600 kg/bulan atau 463.200 kg/tahun. Perkiraan WHO sekitar 14-28% dari 250 ribu jenis tumbuhan di dunia yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan obat tradisional. Pasar global sangat berpengaruh terhadap perekonomian daerah, persaingan ekonomi yang ketat mengakibatkan urbanisasi besar-besaran untuk memenuhi kebutauhan ekonomi secara instan yang berakibat terjadinya kekosongan sumber daya manusia yang berpotensi, sehingga makin bertambah lahan rakyat non produktif di daerah itu sendiri.
Strategi pengembangan agribisnis biofarmaka dapat mengambil bentuk pada pola-pola penumbuhan dan penguatan kelembagaan berbasis pada komunitas lokal/petani, utamanya bagi produk biofarmaka yang telah lazim dibudidayakan oleh masyarakat setempat, seperti temulawak, jahe dan sebagainya. Berbagai pola pengembangan agribisnis biofarmaka dapat dilakukan, umpamanya melalui pola kemitraan (partnership) yang mengintegrasikannya dengan perusahaan jamu skala besar (nasional) atau dengan kelembagaan sosial dan ekonomi lainnya. Peluang demand pasar bahan obat-obatan yang terus terbuka, diiringi dengan semakin banyaknya perusahaan yang masuk ke bidang pengolahan obat-obatan dan kosmetik berbahan baku biofarmaka, memberikan keadaan yang kondusif bagi perusahaan agribisnis biofarmaka atau petani biofarmaka untuk dapat meningkatkan pendapatan rumahtangganya.
APTESI DAERAH KABUPATEN NGANJUK (sektor hasil pertanian tanaman jahe) Bermitra dengan masyarakat petani dengan sistem bagi hasil yang saling menguntungkan dengan management yang profesional yang diharapkan akan berjalan sesuai dengan harapan yang pada akhirnya bisa dikembangkan dengan pola yang sama ke daerah-daerah yang lain.

Monday, 19 December 2011

Kata Pengantar

Puji Syukur Kami Panjatkan kehadirat ALLAH SWT, atas izinnya dan kuasanya kami dapat menyusun proposal Investasi Pola Kemitraan untuk Jangka Panjang, Menengah dan Jangka Pendek demi PENINGKATAN EKONOMI KERAKYATAN DI ERA PASAR DAN PEMANASAN GLOBAL.
Program jangka menengah APTESI DAERAH KABUPATEN NGANJUK menitik beratkan ke sektor hasil pertanian dengan penanaman tanaman jahe dan kacang koro pedang yang akan meliputi beberapa wilayah di Kabupaten Nganjuk pilot projek akan kami terapkan di lahan kelompok tani peternak sapi anggota Aptesi daerah Kabupaten Nganjuk Propinsi Jawa timur.
Dengan adanya gagasan dan permintaan kerjasama kemitraan dari masyarakat banyak dan dorongan keadaan alam diera pasar dan pemanasan global yang semakin hari kian mengkhawatirkan dari sisi perekonomian untuk kelangsungan hidup, maka kami APTESI DAERAH KABUPATEN NGANJUK mengharapkan dengan adanya program Jangka Menengah masyarakat anggota APTESI DAERAH pada khususnya, dan umumnya masyarakat Indonesia mendapatkan berbagai manfaat dan dapat menumbuh kembangkan perekonomian berkelanjutan secara global dan merata.
Allhamdullillah program jangka menengah yang akan kami jalankan ini mendapat respon dan dukungan positif dari berbagai pihak yang peduli terhadap lingkungan alam sekitar dan sangat peduli terhadap peningkatan taraf hidup yang lebih baik.
Dalam kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada semua fihak yang telah membantu kami dalam mensukseskan program ini.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Grocery Coupons